Skandal Juventus yang Membuat Para Petinggi Mundur

Tahun ini menjadi tahun yang buruk bagi Juventus. Beberapa hari yang lalu santer berita adanya skandal luar biasa di sektor keuangan Nyonya Tua, sebutan untuk Juventus.

Skandal tersebut membuat Juventus mengeluarkan pernyataan pada tanggal 28 November bahwa semua Petinggi Juventus telah resmi memberhentikan diri.

Mundurnya para Dewan tim dikarenakan adanya dugaan pemalsuan laporan pada sektor keuangan beserta adanya manipulasi pada pasar. Kasus ini sendiri sedang diselidiki oleh kejaksaan Italia.

Para anggota dewan yang menyatakan mundur adalah CEO Juventus Arrivabene, Presiden Juventus Andrea Agnelli, Wakil Presiden Pavel Nedved, Direktur Laurence Debroux, Direktur Independen Massimo Della Ragione, Kathryn Fink dan Daniela Marilungo.

Sementara tiga Direktur lainnya yang hengkang adalah Francesco Roncaglio, Giorgio Tacchia, dan Suzane Heywood.

Agnelli sudah berakhir

Pengunduran jajaran dewan Juventus seolah menandai selesainya era Agnelli selaku Presiden Juventus yang dimulai sejak 2010. Dalam kurun waktu 2010 hingga sekarang, di era Angelli Juventus telah menorehkan prestasi 9 kali Scutetti berturut-turut sejak tahun 2012 hingga 2020.

Raihan tersebut merupakan rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kemungkinan akan susah terulang Kembali atau terjadi di klub Serie A lainnya.

Upaya penyelidikan

Diberitakan bahwa seluruh jajaran direksi Juventus mengundurkan diri secara massal yang kemudian setelah pengunduran diri massal tersebut dilakukan penyelidikan.

Penyelidikan berfokus pada pembayaran gaji kepada para pemain, sampai penyuapan untuk mengeluarkan pemain dari neraca resmi.

Dari laporan kantor berita ANSA, disebutkan penyelidikan polisi dilakukan melalui penyadapan telepon yang terjadi pada 22 Juli 2021 antara dua direktur Juventus.

Ada pun skandal Calciopoli di tahun 2006 tentang penugasan wasit pada berbaga pertandingan yang mana kemudian menjadikan Juventus kehilangan 2 gelar di Serie A bahkan turun ke Serie B.

Bahkan klub Serie A lainnya seperti Milan, Lazio, Reggina dan Fiorentina juga dihukum dengan sanksi pengurangan poin.

Skandal yang sangat buruk

Skandal membuat Juventus berada dalam posisi mengambang di ranah bursa saham. Karena itulah mereka bisa mengatasi dampak di luar pertandingan sepak bola. Hal itu tentu saja membuat mereka harus berbohong pada investor soal keuangan tim.

Seandainya penyelidikan kemudian membuktikan Juventus salah, maka dampak finansial yang luar biasa akan menggerogoti Juventus.

Musim lalu mereka mengalami kerugian sebesar £220 juta. Hal ini tentu sangat mengganggu mengingat mereka pada saat itu juga tidak menempati posisi yang baik dalam klasemen.

Belum lagi penyelidikan 42 transfer terpisah yang semuanya melibatkan pertukaran pemain, bisa dipastikan kerugian yang dialami bisa jauh lebih fatal.

Padahal, dilihat dari sisi ekonomi, skandal yang mereka lakukan juga membuat kerugian sebesar €254 juta dalam perhitungan keuangan musim 2021-2022.

Di masa 2018 saja, mereka melakukan strategi yang buruk misalnya saja mendatangkan Cristiano Ronaldo yang berdampak pada lumpuhnya finansial pada kala itu. Ada pun kerugian lain adalah penunjukan kembali Max Allegri sebagai pelatih yang juga tidak bisa membuatnya meraih Liga Super Eropa.

Kunjungi selalu 188Bet tempat di mana Anda bisa bertaruh secara online dan bermain sportsbook atau casino. Menangkan jutaan hadiahnya!