Real Madrid Dipecundangi Villareal

Los Galacticos kali ini dibuat malu oleh pasukan The Yellow Submarine. Bertanding di kendang sendiri, Villareal tampil percaya diri dan menekan Real Madrid seolah Los Galacticos bukan tim raksasa.

Pertahanan Real Madrid tampak semrawut saat meladeni penetrasi demi penetrasi dari permainan Villareal.

Beberapa momen pertahanan kacau dari Real Madrid, malah membuat Los Galacticos terpaksa kehilangan kesempatan untuk bisa menanjak ke urutan pertama di La Liga. Real Madrid harus menelan kekalahan 1-2 saat Villareal tampil dengan semangat pantang menyerah.

Jalannya pertandingan

Buruknya pertahanan Real Madrid terlihat sejak babak pertama berlangsung. Terbukti lini tengah dan belakang Real Madrid tak bisa mengimbangi serangan-serangan yang diciptakan para pasukan Yellow Submarine.

Adalah Francis Coquelin, pemain bek Villareal yang di menit keempat nyaris menciptakan gol indah seandainya tembakannya lebih akurat.

Babak pertama berlangsung tanpa gol.

Babak kedua yang menegangkan

Satu menit setelah memasuki babak kedua, Villarreal mendapatkan gol yang seharusnya mereka dapatkan. Sebuah kesalahan diperbuat oleh pemain Real Madrid, Ferland Mendy.

Tendangan keras dari Yeremy Pino rupanya mengenai tubuh Mendy yang saat itu mundur ke barisan pertahanan. Nahas, malah bola yang ditembak Pino mengenai tubuhnya dan membuat bola tadi masuk ke dalam gawang.

Yeremy Pino, pemain Villareal, baru bisa mencetak gol di awal babak kedua setelah tembakan kerasnya membentur Mendy hingga berbuah gol di menit ke 46.

Namun, The Yellow Submarine belum bisa bernapas lega lantaran di menit ke-55, sebuah insiden terjadi di wilayah kotak penalti Villareal.

Vinicius Junior berkata pada wasit bahwa telah terjandi hands ball oleh pemain Villareal di kotak penalti mereka.

Wasit lantas memeriksa VAR dan benarlah terjadi insiden hands ball yang tidak disengaja. Wasit yang membenarkan hands ball tersebut lalu memberikan hadiah tendangan dari kotak penalti bagi Real Madrid.

Dampak penalti

Penalti oleh Karim Benzema rupanya bisa dieksekusi dengan baik olehnya setelah sebelumnya pemain Villareal kedapatan menyentuh bola dengan tangannya. Benzema kemudian mengeksekusi dengan baik. Kedudukan menjadi imbang 1 sama.

Permainan kemudian berlanjut dengan ancaman bertubi-tubi dari Villareal. Tembakan dari Alex Baena yang melambung di atas mistar, seolah memperingatkan Los Galacticos mereka telah diperingkatkan bahwa Villareal akan membalas apa yang telah terjadi.

Los Galacticos rupanya tidak gentar. Mereka mulai menumbuhkan kepercayaan diri dengan mencoba melakukan penetrasi berbahaya ke jantung pertahanan Villareal.

Demikian juga selaku tuan rumah. Villareal tampak tidak takut dengan terbukti mereka membuat tekanan demi tekanan yang kemudian di menit ke-60, insiden serupa terjadi di kotak penalti Real Madrid.

Insiden hands ball kini harus diterima pihak Real Madrid yang baru saja diberi rasa aman setelah mengamankan kedudukan 1 sama. Kini mereka harus menelan kenyataan pahit saat wasit menunjuk kotak penalti dan tendangan penalti harus dilakukan oleh Villareal.

Tak butuh waktu lama bagi Villareal, gol kedua dari kotak penalti dicetak oleh Gerard Moreno di menit ke-67.

Gol kedua yang diciptakan Villareal rupanya harus membuat pergantian dua pemain serta rencana formasi yang lebih matang bagi kubu Real Madrid.

Seolah dihantui waktu, dengan waktu yang semakin menipis, Vinicius Jr putus asa dengan melepaskan tembakan spekulatif dari jarak jauh yang menyebabkan momen.

Menit ke-97. Sebuah kesempatan gol ketiga yang tidak pernah terjadi dari kubu Villarreal. Mereka seharusnya bisa mendapatkan gol ketiga dari counterattack setelah corner kick yang dilakukan Real Madrid dengan Courtois maju ke depan gagal menciptakan peluang.

Bola corner kick tadi bergerak liar hingga pemain Villareal, Arnaut Danjuma, berlari sembari dikejar Courtois.

Sayangnya tendangan Danjurna rupanya meleset padahal gawang tidak dijaga siapa-siapa lantaran Courtois harus membantu sepak pojok tadi dan rupanya Courtois harus membayar mahal atas kesalahannya.

Apa kata manajer Villareal

Quique Setién selaku manajer dari Villareal, berkata bahwa mereka menyajikan permainan yang luar biasa. Ia mengaku para pemain mendominasi pertandingan. Ia mengaku bagaimana Villareal bertanding adalah model permianan yang mereka inginkan.

Menurutnya, Real Madrid jangan dibiarkan untuk bermain sebagaimana mereka inginkan. Ia sangat senang karena para pemainnya telah beradaptasi dengan baik.

Mainkan taruhan Anda di BK8 Mobile di mana Anda bisa bertaruh tanpa ragu lewat ponsel Anda. Dapatkan bonus untuk para member baru.