Manchester United Berpisah dengan UCL 2022

Manchester United

BK8 hadir kembari dengan berita bola. Kali ini dari Manchester United yang saat terakhir telah kalah melawan Atletico Madrid dan gagal untuk masuk ke babak selanjutnya di UCL 2022.

Namun sebelum itu, bagi Anda yang berminat dengan beragam promo menarik dari BK8, bisa mengunjungi Bonus 188Bet

Kekalahan Manchester United atas Atletico Madrid membuat Setan Merah, julukan Manchester United, gagal untuk menembus babak liga Champion. Gol tunggal yang dilesakkan oleh Renan Lodi di menit ke 41 telah membuang harapan Manchester United untuk setidaknya berkesempatan meraih trofi.

Kekalahan pahit tersebut juga menunjukkan pada publik apakah menyerahkan tuas kendali kepada Ralf Rangnick dapat dinilai sebagai pilihan yang membawa sukses dan walaupun sangat memenuhi syarat, karena jika United unggul atas Arsenal atau pesaing lainnya, maka usaha memilih Ragnick harus dianggap gagal.

Parahnya, Manchester United saat ini satu poin di belakang Arsenal, yang berada di urutan keempat, itu artinya, Manchester United ada di posisi yang buruk, yaitu posisi kelima.

Pertandingan yang Sulit

Sepanjang pertandingan, sebenarnya Ronaldo bermain dengan gemilang. Tak perlu diragukan tajamnya naluri CR 7 dalam mencari celah dan banyak upaya dilakukan oleh CR7 tapi ke semuanya gagal. Sebaliknya di kubu United, ada Harry Maguire yang bermain dengan konyol. Manchester United memiliki kapten yang bermain dengan suasana putus asa. Gaya permainannya yang lamban dan mudah panik saat penguasaan bola menghasilkan banyak celah untuk wilayah pertahanan Setan Merah sendiri.

Ia bahkan sempat bertabrakan dengan pemain lain setimnya yang menjadikan momen itu sebagai momen terparah Maguire. Rangnick sempat menggantikannya dengan pemain veteran, Juan Mata, tetapi semua terasa terlambat.

United juga dibuat marah oleh wasit Slavki Vicnic yang sering kali dirasa membuat keputusan yang labil. Apalagi tatkala ketika United merasa Anthony Elanga telah dilanggar beberapa saat sebelum Lodi tiba tanpa pengawalan untuk menanduk umpan silang dari Antoine Griezmann yang lantas menjadi mimpi buruk United.

Rangnick Membela Diri

Rangnick membela diri. Ia mengatakan bahwa kegagalan Manchester United sudah nyaris tidak gawat darurat dan harus diselesaikan secepat dan sebaik mungkin. Ia mengatakan bahwa kebusukan di kubu Manchester United telah terjadi jauh sebelum kedatangannya untuk menggantikan Ole Gunnar Solskjaer yang dipecat. Ia merasa penunjukan dirinya yang merupakan asal Norwegia itu sendiri merupakan tanda sentimentalitas dan ambisi yang terbatas, dan keengganan belajar pada rival-rival mereka seperti Manchester City dan Liverpool.

Apa yang bisa dilakukan United?

Fans berharap para pemangku kebijakan United bisa menjadikan kekalahan atas Atletico adalah pengalaman yang berharga dan terutama para pemangku jabatan bisa dengan bijak dan cermat memilih pelatih di musim depan.

Proses kematangan berpikir ini harus sudah dimulai dan tidak ada yang bisa kepemimpinan Rangnick akan menjadi sesuatu yang menjanjikan setelah melihat hasilnya melatih di United.