Langganan Bertemu: Barcelona vs Bayern Munchen

Lewandowski

Drawing pertandingan awal Liga Champion baru selesai dilakukan beberapa hari yang lalu. Kembali bernostalgia, Barcelona pun bertemu dengan Bayern Munchen untuk kesekian kali.

Mereka kini sama-sama berada di Grup C bersama dengan Inter Milan dan Plzen. Sementara itu mantan mega bintang Barcelona yang bertolak ke PSG, Lionel Messi, timnya akan bertemu dengan Juventus di H.

Nostalgia yang berulang kali

Barcelona dan Bayern Munchen adalah dua tim yang kerap bertemu di Liga Champion. Baik dalam fase grup, perempat final hingga semifinal. Dipertemukan pertama kali di Liga Champion tahun 1998 – 1999 hingga Liga Champion musim ini 2022 – 2023.

Total mereka bertemu adalah 12 kali jika musim ini juga dihitung, dan 11 kali bertanding tanpa menghitung musim ini.

Selama 11 kali itulah justru The Bavarians, julukan Bayern Munchen, yang memiliki jumlah kemenangan lebih banyak ketimbang La Blaugrana, julukan untuk Barcelona.

Bayern Munchen menang sebanyak 8 kali, sedangkan Barcelona hanya mengantongi 2 kemenangan. Sekali dua tim papan atas itu meraih draw.

The Bavarians lebih komplit

Bayern Munchen agaknya dipandang sebagai tim yang lebih komplit dan solid. Terbukti mereka meraih trophy lebih banyak ketimbang Barcelona dalam perolehan Liga Champions.

The Bavarians sukses memenangkan 6 trophy, sedangkan La Blaugrana hanya mendapatkan 6 trophy. Namun, Barcelona memiliki mesin gol yang lebih tajam ketimbang Bayern Munchen.

Adalah Lionel Messi yang kala itu masih berseragam Barcelona, telah mencetak gol sebanyak 120 gol. Jumlah yang sangat fantastis dan bahkan hampir separuh dari pencapaian Mega Bintang Bayern Munchen kala itu, Lewandowski yang mencetak 69 gol di Liga Champion.

Bakal jadi pertandingan spesial

Ya, pertandingan Barcelona versus Bayern Munchen bakal menjadi pertandingan yang special. Bukan halnya soal nostalgia yang berulang kali, tetapi Lewandowski yang pernah membela Munchen mati-matian, kini telah berseragam Barcelona.

Pertandingan nanti tak hanya membuktikan apakah sanggup dan seberapa professional Lewandowski nantinya berlaga melawan mantan timnya, tetapi juga menjadi pembuktian bagi Xavi Hernandez selaku pelatih Barcelona, apakah ia memang akan mampu meracik strategi jitu menyingkirkan The Bavarians.

Xavi sendiri adalah legenda lapangan bagi Barcelona. Duetnya bersama Iniesta kala masih bermain bersama di klub Catalan itu, adalah duet terbaik di lini tengah.

Xavi memiliki keakuratan umpan yang tinggi. Pergerakannya juga bakal menentukan ke arah mana bola akan bergulir di antara trio Messi, Neymar dan Suarez kala itu.

Barca jangan angin-anginan

Saat ini Barcelona menduduki peringkat kelima di klasemen La Liga. Peringkat pertama diraih oleh Villareal, disusul kemudian seteru abadi La Blaugrana, Real Madrid.

Perjalanan memang masih jauh. Akan tetapi, menilik performa musim lalu, mereka berakhir di posisi 3 dengan nilai 79. Tertinggal cukup jauh dari Atletico Madrid dan Real Madrid.

Musim lalu juga Barcelona dinilai tampil angin-anginan. Harapannya, mereka tidak akan mengulang hal yang sama di musim ini. Pihak tim sudah melakukan banyak hal dengan mendatangkan para pemain baru dan pemutaran keuangan yang lebih baik. Banyak saham dijual ke pihak-pihak media dengan harapan para pemain tetap menerima gaji yang sesuai.

Kunjungi Bonus 188Bet untuk mendapatkan banyak bonus istimewa dari situs taruhan online terpercaya!