Barcelona alami De Javu Terburuk

Barcelona sedang dalam masa kelam. Usai dipecundangi oleh Bayern Munchen di laga Liga Champion, tim yang berjuluk La Blaugrana ini dipastikan terdepak dari perebutan piala paling bergengsi sejagat.

Kekalahan Barcelona terhadap Bayern Munchen seolah menambah daftar panjang bahwa The Bavarian, julukan Bayern Munchen adalah momok yang menakutkan bagi tim yang bermarkas di Camp Nou.

Mengulang musim lalu

Sekali lagi mereka tersingkir di fase-fase awal Liga Champions. Bahkan untuk sekelas babak penyisihan grup, Barcelona harus rela angkat kaki di fase awal. Tentu saja hal ini menjadi sorotan fans lantaran ketersingkirkan mereka seperti mengulang pencapaian tahun lalu.

Xavi Hernandez sebagai pelatih Barcelona, tentu menjadi sorotan publik. Pasalnya, di bawah kepemimpinannya, Xavi rupanya membuat Barcelona seolah dalam lingkaran tim kelas teri.

Ya, Marca bahkan melansir Barcelona sudah nyaris tidak selevel dengan tim-tim elit Eropa. Hasilnya bisa dilihat dari bagaimana tim ini menghadapi rival-rivalnya.

Kondisi Barcelona saat ini adalah yang kondisi terburuk. Amat jauh berbeda saat ditangani oleh pelatih-pelatih pasca Pep Guardiola hengkang namun sebelum Xavi masuk sebagai pelatih.

Statistik juga berbicara tentang hasil mereka melawan Bayern Munchen. Di perhelatan Liga Champions Barcelona setidaknya telah memainkan empat pertandingan kontra The Bavarian dan Inter Milan, yang mana masing-masing bertanding sebanyak empat kali.

Hasilnya, tiga kekalahan dan satu hasil imbang. Selain empat pertandingan itu, jangan lupakan hasil mereka di El Classico terakhir. Barcelona dibabat 3 – 1 dengan Los Galacticos.

Mengapa Barca selemah ini?

Ini menjadi pertanyaan besar mengapa Bacelona tidak segarang saat mereka ditangani Pep Guardiola atau setidaknya saat mereka dilatih oleh Ernesto Valverde.

Rupanya di era Xavi, pemain sering melakukan kesalahan-kesalahan fatal. Tengok saja saat kesalahan menandai petaka saat seperti Marcos Alonso melakukan kesalahan yang membuat gol pertama Bayern Munchen.

Bahkan pemain senior seperti Gerard Pique juga melawan kesalahan yang tak berarti saat mereka menjamu Inter di Camp Nou.

Belum lagi passing buruk yang Sergio Busquets di lini tengah yang berubah menjadi counter attack saat Barcelona melawan melawan Inter.

Faktor cedera juga sedang menjadi momok di kubu Barcelona. Cedera yang dialami beberapa pemain Barcelona seolah menjadi salah satu penyebab mereka gagal bersaing di level bergengsi di Eropa.

Belum lagi empat bek yang masih membutuhkan proses adaptasi dengan permainan Barcelona. Mereka butuh jam terbang tetapi di sisi lain, persaingan juga tidak bisa dipandang dengan enteng mengingat Barcelona dikenal sebagai salah satu tim terbaik di Eropa.

Xavi ingin fokus

Xavi harus benar-benar memikirkan terobosan baru atau dia akan dibayangi bayang-bayang dipecat dari Barcelona. Tersingkirnya La Blaugrana di kancah Liga Champions merupakan pukulan berat bagi Xavi Hernandez.

Menyikapi hal itu Xavi lebih memilih untuk lebih berfokus pada apa yang ada di depan matanya nanti. Diwawancarai wartawan, Xavi mengaku tetap positif meski didepaknya Barcelona dari Liga Champions adalah sebuah kemuduran besar. Ia mengaku lebih fokus pada piala LaLiga Santander, Copa del Rey, dan Liga Europa.

Dia mengatakan, akan berupaya memikirkan semaksimal mungkin saat menjami Valencia di masa mendatang. Sebab melawan Valencia membutuhkan daya upaya yang besar.

Tidak ingin tertinggal jauh dari mereka yang sukses? Kunjungi BK8Indo untuk bermain dalam taruhan online yang mengasyikkan!